Konten

Ditulis oleh: Riyan Putra

Riyan Putra Konten

Logika Konten Menjadi Uang

Saat ini di era internet, konten adalah mata uang baru. Siapapun yang memiliki konten relevan maka akan sangat mudah mendapatkan uang.

Bagaimana penjelasannya?

Begini, semua orang pergi ke internet secara umum adalah untuk mendapatkan konten entah berupa hiburan, edukasi, informasi dll.

Maka saat kita memiliki konten, orang akan datang.

Kemudian jika konten kita dinilai berkualitas maka mereka dengan otomatis ingin terhubung dengan kita.

Mereka tidak keberatan jika harus bookmark, follow, subscribe atau apapun. Intinya mereka ingin mendapatkan konten lainnya yang lebih bermanfaat dari kita.

Nah eksistensi kita dalam mempublikasikan konten akan membuat kita menjadi semakin familiar di benak mereka.

Disinilah personal branding kita terbangun, mereka akan trust dan mengenal baik kita, oleh sebab itu jualan akan jadi lebih mudah laku.

Dari uraian di atas kita tau bahwa konten memiliki dua peran:
- Mendatangkan audiens baru
- Mengubah audiens baru menjadi audiens loyal

Dengan memiliki audiens loyal maka kita bisa menghasilkan uang dengan mudah dengan banyak pilihan cara seperti jualan produk, jasa, affiliate dll.

Format dan Level Konten

Pengertian konten disini sangat luas. Artikel yang ada di situs berita atau blog bisa disebut konten. Postingan gambar dan tulisan caption di instagram itu juga konten, video di youtube atau tiktok bahkan kalimat penawaran di email dan web salespage juga disebut konten.

Format konten yang populer di internet adalah teks, audio, video, dan gambar. Untuk media publikasinya bisa menggunakan sosial media Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, Blog, Google podcast dan lain sebagainya.

Jenis isi konten ada 2 yaitu konten selling (jualan atau promosi) dan konten sharing (non jualan).

Sifat konten menghibur, mendidik, emosional, dll.

Level konten menurut publikasinya bisa dikategorikan menjadi 3 yaitu public content, private content, dan product content.

1. Public Content

Konten ini bisa dilihat dan dinikmati siapapun. Berfungsi untuk membangun dan memperkuat branding. Selain itu juga berguna untuk menarik perhatian audience umum untuk melihat dan menyadari keberadaan kita.

Public content ini bisa berupa pembahasan terkait hal yang umum non teknis seperti: motivasi, cerita inspirasi, success story, pesan kebaikan, sharing ringan, pembahasan 'permukaan'.

2. Private Content

Konten ini bersifat ekslusif dimana hanya bisa dilihat dan dinikmati oleh mereka yang sudah memberikan data kontak atau join ke sebuah saluran khusus yang kita kelola.

Konten di level ini berfungsi untuk membangun relasi, menjalin koneksi dengan leads serta memperkuat keyakinan terhadap level ke-expert kita.

Private content ini bisa berupa pembahasan terkait hal yang lebih khusus dan lebih berbobot seperti: Pembahasan terperinci, File ebook, Video presentasi, Record webinar, Template, Checklist.

Media publikasi yang digunakan adalah: Whatsapp Story, Facebook Story, Email Schadule dan BC, Telegram group/channel, Web membership dll

Di level ini kita bisa melakukan promosi atau berjualan dimana konversinya tentu akan lebih bagus dibandingkan promosi kepada orang secara luas.

3. Product Content

Konten ini berproteksi dan hanya bisa dilihat serta dinikmati oleh mereka yang sudah membeli saja. Konten product ini berfungsi menyelesaikan masalah (menjadi solusi) pembeli secara total oleh sebab itu untuk mendapatkan konten ini mereka harus mengeluarkan uang.

Artinya pada level ini kita sebagai pemilik produk akan menghasilkan uang atau profit penjualan. Product content ini bisa berupa pembahasan yang total dan memiliki bobot layak beli seperti:

Peta lengkap panduan melakukan sesuatu, Tools untuk memudahkan pekerjaan tertentu, Tips trik strategi jitu hasil experimen panjang, Konsultasi personal, Mentoring online, Pengetahuan untuk meningkatkan skill, Update product.

Media yang digunakan untuk delevery: Membership download, Grup private atau secrect, Chat personal, Zoom meeteng, Video call, Telpon.

Beberapa Hal Penting Terkait Konten

Ada 4 format konten yang populer di internet yaitu format teks, audio, video, dan gambar. Untuk media publikasinya bisa Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, Blog, dan berbagai podcast publishing platform.

Sementara untuk level konten menurut saya ada 3 yaitu: public content, private content, dan product content.

Konten Berkualitas

Kualitas konten akan menentukan kualitas audience. Jika kontennya murahan maka audience yang datang juga murahan, begitu sebaliknya.

  • Menarik
  • Original
  • Ditulis dengan tata bahasa benar
  • Panjang konten
  • Bobot
  • Kredibel ada fakta dan data
  • Penyajian Tidak membosankan
  • Memberi manfaat pada orang lain

Promosikan Konten

Membuat konten yang berkualitas dan menarik saja tidak cukup. Ini harus dalam jumlah yang banyak misalnya 100 konten kemudian langkah yang jauh lebih penting setelah itu adalah promosikan konten.

Cara promosi konten bisa dengan:

  • Menggunakan iklan berbayar seperti facebook ads
  • Original
  • Ditulis dengan tata bahasa benar
  • Panjang konten
  • Bobot
  • Kredibel ada fakta dan data
  • Penyajian Tidak membosankan
  • Memberi manfaat pada orang lain